Selasa, 03 Mei 2016

CACW vs AADC 2

Captain America: Civil War (CACW) 
Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2)
Keduanya mulai tayang di bioskop Indonesia dalam waktu yang nyaris bersamaan; dan dampaknya langsung berasa--antrian panjang! Yup, animo penonton memang sangat tinggi terhadap kedua film ini. Saya pribadi ikut merasakan 'penderitaan' ngantri mempertebal betis yang aslinya udh semacem talas Bogor, pun akhirnya terpaksa duduk di barisan terdepan kala menyaksikan AADC 2. 
Anyway, postingan ini nggak bertujuan membandingkan secara langsung antara CACW dan AADC 2, karena jelas keduanya berbeda (beda genre, beda negara, beda target penonton, dan seterusnya), jadi tak akan apple-to-apple. Namun, CACW dan AADC 2 juga punya beberapa kesamaan, seperti soal timing dan attraction-nya terhadap penonton seperti yang saya sebutkan di awal, sehingga layak untuk disandingkan bersama dalam tulisan ini.    
In a simpler phrase, postingan ini sebenarnya merupakan catatan--subjektif--saya mengenai CACW dan AADC 2, kedua film penyedot perhatian yang lagi hype ini ;) Are they really worth to watch?

Storyline
Captain America: Civil War mengangkat dilema para superheroes ketika aksi heroik menyelamatkan dunia yang mereka lakukan kerap menelan korban tak berdosa. Ketegangan meningkat ketika muncul perbedaan pendapat antara Steve Rogers (Chris Evans) a.k.a The Capt dengan Tony Stark (Robert Downey Jr.) alias Iron Man, dalam menghadapi situasi dilematis tersebut. Anggota Avengers lainnya otomatis terbelah menjadi dua, taking side antara #TeamCapt atau #TeamIronMan. Adu kekuatan #TeamCapt dan #TeamIronMan pun tak terelakkan, saat seharusnya mereka lebih fokus menghadapi masalah yang sesungguhnya.

Ada Apa Dengan Cinta 2, masih bercerita tentang Cinta (Dian Sastro) dan Rangga (Nicholas Saputra)--two lovebirds yang pernah menjalin cinta di penghujung masa SMA. Terpisah oleh jarak ketika Rangga bertolak ke New York untuk kuliah, dan keduanya menjalani long distance relationship sekitar 4 tahun lamanya. Hingga suatu hari, Rangga memutuskan hubungan melalui sepucuk surat, tanpa penjelasan yg memuaskan. Baru 9 tahun kemudian, ada kesempatan bagi Rangga untuk bertemu Cinta, dan menjelaskan situasi dan perasaannya. Namun sayang, status Cinta sudah nggak available dan siap menikah dengan pria lain.  

The Genks
Baik CACW maupun AADC 2 menampilkan kuatnya hubungan pertemanan; yang saya sebut di sini sebagai 'the genks'. Di film CACW, terbentuklah geng #TeamCap yang terdiri dari Captain America, Falcon, Scarlet Witch, Hawkeye, dan Ant-Man; sementara #TeamIronMan berisi Iron Man, Black Widow, Vision, serta Spiderman. 

Kalau di AADC, geng Cinta masih tetap dengan kelompok 'gaul'nya semasa SMA: Milly, Carmen, dan Maura. Dalam perjalanan hidup, mereka kehilangan salah satu anggota geng yakni Alya. Film ini juga menceritakan bagaimana Carmen dirangkul kembali setelah sempat menghilang dan mengambil langkah yang salah (akibat memilih teman2 yang salah pula). Berkat geng ini pula, Cinta bisa mengenali perasaannya sendiri--terhadap Rangga.  

Sequel-Effect Popularity?
Popularitas film CACW dan AADC 2 dapat diprediksi kaitannya dengan keberadaan kedua film tersebut sebagai film sekuel. Buat yang nonton Captain America: The First Avenger (2011) dan Captain America: The Winter Soldier (2014), misalnya, rasanya mustahil melewatkan CACW. Saya sendiri termasuk yang nonton di bioskop semua film-film superhero dari Marvel Studio.

Bedanya, AADC 2 merupakan sekuel yang 'tertunda' dan berjarak 14 tahun. Wew. Inipun, menurut analisis saya pribadi, sepertinya merupakan project dadakan sbg dampak dari respon penonton yang melebihi ekspektasi ketika muncul "AADC reunion" di iklan LINE. Siapa sih yang nggak bakal kepikiran bikin karya kalau udah jelas bakal laku? Hehe..


My Like and Dislike  
Tadinya saya mau bikin subjudul 'The Good and The Bad' untuk bagian ini, tapi akhirnya saya ganti supaya lebih jelas bahwa bagian ini sepenuhnya pendapat pribadi saya mengenai kelebihan dan kekurangan dari film CACW serta AADC 2.
  • Saya suka CACW mengangkat sisi humanis dari para superhero--bahwa menjadi heroik itu tak selalu menyenangkan, memicu adrenalin, penuh kemenangan, dan seterusnya. Udah kerja keras menyelamatkan dunia dan membahayakan hidup sendiri aja masih nggak dihargai, masih diragukan tanggungjawabnya, dan dituding sebagai pembunuh. Huft.
  • Saya suka CACW menampilkan banyak superheroes, berasa film ini "lebih Avengers" ketimbang The Avengers itu sendiri. Saya seneng nonton super power mereka yang beda-beda bisa saling bersinergi (sekaligus saling menyerang).
  • Last but not least, yang saya suka dari CACW adalah film ini tetap renyah dan gurih bagaikan popcorn extra butter ciri khas film Marvel, dengan aksi kocak atau dialog konyol yang bisa bikin ketawa di tengah ketegangan. Plus, scoring (musik) film ini juga menambah 'rasa' dan bikin filmnya lebih nikmat secara visual.  
  • Yang saya kurang suka dari CACW, beberapa adegan action yang lumayan panjang di bagian pertengahan film sempet bikin saya ngantuk; beda dengan aksi di bagian-bagian akhir yang emang seru dan intens banget. 
Fanmade poster by Hanief An. Keren yak?
  • Kalau dari AADC 2, yang paling suka perhaps interaksi dan nostalgia antara Cinta dengan geng-nya. Pas nonton, terselip kerinduan untuk bisa ketemu temen-temen geng jaman SMA--buat sekadar ngopi-ngopi cantik, apalagi klo bisa sampe liburan.. *seandainya oh seandainya saya bisa kayak Maura, ninggalin anak2 cuma sama suami #khayalbabuajadulu  
  • Saya juga suka betapa film AADC 2 mengangkat seni dan kebudayaan. Favorit saya banget adegan pertunjukan teater boneka. Keren banget, sumpah! Di sisi lain, film ini juga jujur memperlihatkan bahwa nggak semua orang bisa ngerti ato nikmatin seni. Ya udah sik, nggak perlu maksa juga :P Buat saya, jauh lebih baik yang planga plongo polos kayak Milly daripada yg sok berbudaya biar dikata hipster :D
  • Saya suka sumber konflik antara Rangga dan Cinta di AADC 2 itu simpel, alasan mereka putus masuk akal banget bahkan ada kemiripan dengan yang saya pernah alami nggak terlalu derama ala ala shitnetron.
  • Ada juga hal yang saya suka sekaligus sebel (love and hate relationship gitu deh ceritanya) di film AADC 2 adalah kalimat-kalimat puitis, yang terkadang indah banget nyampe ke hati, sekaligus terdengar lebay dan konyol. Salah satunya yg nempel banget di kepala saya tuh gini bunyinya:
duileee.. pasang kompres gih!
  • Yang kurang asik buat saya dari AADC 2 adalah penggambaran betapa gampangnya suasana hati Cinta berubah. Saya juga orgnya moody sik, cepet panas gampang adem, tapi nggak dalam itungan detik tanpa pemicu tiba2 bisa convert mood juga sih -_- kemungkinan karena durasi film, supaya banyak yg bisa ditampilin ketimbang cuma emosinya Cinta, tapi jadi maksa sih menurut saya. Lebih logis klo Cinta masih mau diajak pergi sama Rangga karena kangen, walopun sebenernya masih marah, baru along the way mulai memaafkan. Bukan ujug2 damai ngajak salaman; what the?%$!@#3!
  • Satu lagi, ending AADC 2 rada cheesy sih menurut saya... terlalu "yaelah" gimana gitu.. hahaha

The Power of ...
Revenge. Kekuatan dendam menurut saya menjadi inti film CACW. Bagaimana dendam mampu membuat seorang manusia biasa tanpa superpower memiliki intuisi dan menyusun rencana untuk menghancurkan sekelompok superheroes. Film ini juga membuktikan bahwa manipulasi dan fitnah merupakan 2 senjata berbahaya yg dapat mengalahkan berbagai kekuatan super.

Forgiveness. Bersebrangan dengan CACW, film AADC 2 justru menunjukkan kekuatan dari sikap memaafkan. Kemarahan Cinta terhadap Rangga, juga kekecewaan Rangga terhadap ibunda; yang sama2 telah tersimpan bertahun-tahun lamanya, dapat mencair bahkan melebur--berkat satu momen yang istimewa. Great things can happen if we could forgive each other

The After-Taste
Bagai kena candu, perasaan saya setelah nonton CACW adalah gak sabar menanti film-film berikutnya. Apalagi setelah nonton adegan after credit title. Oh iyaaa sekalian deh ya saya infoin di sini, barangkali ada yg masih belom tau: klo nonton film superhero dari Marvel, jangan buru2 keluar bioskop. Duduk tenang aja dulu, karena abis ada deretan nama2 pemain dan kru itu ada adegan lagi--yang biasanya 'bocoran' untuk next movie.

Sedangkan utk AADC 2, rasa yang muncul setelah nonton buat saya adalah ... jadi pengen jalan2 ke Jogja! saya yakin bukan saya doang sih yang ngerasa begini, pasti ada banyak juga yg jadi pingin mengeksplorasi Jogja, pengen makan gudeg, pingin jalan2 di candi, dan seterusnyah.


My Verdict
Menutup postingan kali ini--seperti review film yang saya biasanya, saya akan memberikan nilai untuk kedua film ini

= Saya kasih nilai 4,5 dari 5 untuk film CACW =
    

= Saya kasih nilai 4 dari 5 untuk film AADC 2 =
   
  
How about you? Udah nonton CACW dan atau AADC 2? Yuk lah sharing di sini! :)



12 komentar:

Hermini Yuliawati mengatakan...

The genks, kita dong? Btw AADC gila layarnya makin ditambah. Di stadion XXI cuma ada dua antrian, kl gak AADC ya CW. Hahaha

Sonya Tampubolon mengatakan...

@kak Hermini:
ciyeee.. jadi kita 'the genks' nih sekarang? aw, langsung berasa jadi Carmen nih :P #khayalbabuberlanjut

sakinah mariz mengatakan...

Yaelah reviewnya legit dan detail banget, kak. Baca postingan ini, berasa nonton film Ada Apa Dengan Kak Sonya Sang Captain America? Hihiii..
Salam KOPI kak Sonya

Sonya Tampubolon mengatakan...

@kak Sakinah
huahahahahh segitunyaaa. hihihi. makasih udh mampir ya. salam KOPI!

Vina Eska mengatakan...

AKu juga pengen ke jogja gara2 AADC. Btw aku jadi #teamspiderman . Habis dia lucuu XD


vinasaysbeauty.blogspot.com

Dewi Nuryanti mengatakan...

Civil War kuereen filmnya. Berasa bgt holy nya but I'm Indonesian wkwkwk. Aadc2 ceritanya ringan bgt tp bg saya pribadi,ini film bikin baper abiiiis. Sy bs ngerasain bgt gmn rasanya ditinggalin bgitu aza tanpa alasan yg jelas. Sy mengalaminya sendiri. Hmpir10thn pacaran eh ditinggalin bgitu aza setelah di lamar. Jd sy bs ngerasain yg dirasakan Cinta. Tp sy tdk spt Cinta,sy cewek Indo bgt yg risih ditanyain mulu kpn nikah,sdh lulus kuliah,kerja koq ngga nikah2. Kel&ortu sdh ribut semua ktk sy umur27th tp msh single..hahaha. Sy bkn Cinta yg blm bs move on dr Rangga. Terlepas dr semua kekurangan film ini,sy menikmatinya,menikmati Jogja, menikmati gejolak emosi Cinta serta menikmati Rangga yg sok cool tapiiii....xixixi.Pokoknya aadc2 ini sukses bikin sy baper. Untung ngga ngajak PakSuami����

Super Saha mengatakan...

Blm liat aadc tp liat thriller nya jf agak ilfil.kok ikut2an SATC,liburan bareng sama sahabat2 trus ketemu ex.hehehe
Jd lbh milih cacw.#timcacw

Widy Lestari mengatakan...

Aadc 2 lumayanlah.. tapi pertanyaan saya adalah setelah cinta mengakui apa yang dia lakukan di yogya kepada Trian, trus Triannya gimana? Apa reaksi Trian? Masa sih dengan mudahnya mundur & memutuskan pertunangan karena pengakuan Cinta? Tidak ada perjuangan kah, secara mereka udah tunangan.

Sonya Tampubolon mengatakan...

::Vina Eska::
ahahahhh iyaaaa Spiderman-nya masih abege labil gitu yak :D aku #TeamAuntMay aja klo gitu :P makasih udh mampir yaaa

Sonya Tampubolon mengatakan...

@Kak Dewi Nuryanti a.k.a MisTeri:
ciyeeee baper niye nonton AADC 2. sayang kita gak jadi nobar ye, pasti berisik deh cekikikan :D makasih udh komen di sini kakaaaakk

Sonya Tampubolon mengatakan...

::Super Saha::
walopun plot "lagi liburan bareng genks lalu ketemu mantan" mirip SATC tapi mnurut saya jalan ceritanya beda kok :) yg pasti kostum di AADC 2 gak selebay SATC.. hihihi. thanks for dropping by!

Sonya Tampubolon mengatakan...

::Widy Lestari::
Sepertinya bagian itu gak diceritain/digambarin di film sbg ruang buat penonton utk menyimpulkan sendiri. Entah Trian yg gak bisa terima pengkhianatan sekecil apapun, atau dia bisa merasakan bhw hal itu lbh dari sekedar one night CLBK feeling, atau justru Cinta yg tersadar bhw Trian gak akan pernah bisa gantiin Rangga di hatinya. anyway, makasih udh mampir dan komen di sini :)

Posting Komentar

Sudah baca artikel ini? Tinggalkan komentar ya... Thanks!