Rabu, 26 April 2017

The Curse: Horor Cantik Lintas Negara


"Jangan takut, Shelina! Jangan takut, Shelina! Jangan takut, Shelina!"

Self-mantra ini diucapkan oleh Shelina untuk melawan rasa takutnya saat nekat mengambil keputusan 'mendekatkan diri' dengan roh yang beberapa hari menghantuinya. Sesungguhnya Shelina saat itu benar-benar takut. Tapi mungkin lebih baik mendapatkan jawaban dan menghadapi ketakutan tersebut, ketimbang terjebak dalam kengerian yang tak jelas ujung pangkalnya. Benar saja, setelah kejadian itu Shelina mulai memahami alasan dirinya 'diganggu' dan berusaha memperbaiki sebuah kesalahan dari masa lalunya.   

Namun apa yang terjadi setelah itu? Sudah tepatkah langkah yang dilakukan oleh Shelina? Since there's no turning back, mampukah dirinya memperbaiki keadaan--atau justru membuat situasi makin runyam karena mesti menggali kasus lama yang telah terkubur dalam liang lahat?


Di postingan sebelumnya, saya sudah mengungkapkan betapa penasarannya saya pada film The Curse karya sutradara M.Yusuf ini setelah menyaksikan trailer-nya. And yes, Akhirnya saya berkesempatan untuk menonton film bergenre horor ini sehari lebih awal dari tanggal rilis resminya di bioskop. Woohoo! Serunya lagi, saya juga menghadiri Press Conference usai pemutaran film tersebut.





Unlike any other horror movie, film The Curse ini menurut saya dikemas dengan "cantik". Bukan cuma Prisia Nasution yang memerankan Shelina yang cantik ya, tapi juga sinematografi film ini yang menampilkan keindahan alam Australia, khususnya negara bagian Victoria. "Film The Curse merupakan satu-satunya film horor Indonesia yang keseluruhan syutingnya dilakukan di Australia. Para penonton tidak hanya akan dibawa pada suasana mencekam, tetapi juga dimanjakan oleh pemandangan cantik," ungkap Resika Tikolau, produser film ini. 

Tak sekadar jadi lokasi syuting lho, film ini pun didukung penuh oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia. "Dukungan ini merupakan bentuk nyata keyakinan mereka terhadap keberadaan perfilman Indonesia di dunia internasional. Proyek ini tentunya akan mengawali momentum bersejarah industri film Indonesia-Australia, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara kedua negara khususnya di bidang seni," terang Resika lagi.

Kecantikan lainnya dari film ini? Buat saya adalah pemilihan kostum--dari baju tidur sampai pakaian kerja--yang chic, terutama dress brokat merah yang dikenakan oleh Shareefa Daanish yang sangat memikat. Sedangkan urusan makeup, saya cukup impressed dengan dandanan setan yang bikin bergidik ngeri dengan kuku panjangnya. 


Overall, saya cukup terhibur dengan film The Curse. Dengan plot cerita gabungan antara kasus pembunuhan, budaya mistis, sampai konflik peran dalam profesi pengacara; begitu pula sinematografi yang menawan. Beberapa catatan dari saya untuk film ini adalah kemunculan 'si setan' yang berkali-kali memang membuat kaget tapi makin lama berkurang intensitas kengeriannya :) 

But still... sebagai film Indonesia pertama yang didukung oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, saya sungguh mengangkat jempol dan berharap penonton Indonesia akan dapat mengapresiasi karya anak negeri yang seperti ini. So, I truly recommend you to watch this movie. Tetap nonton dan dukung film Indonesia! 

= Saya kasih nilai 3,5 dari 5 untuk film ini =
  




  

13 komentar:

Nurul Dwi Larasati mengatakan...

Serem juga hantunya. Keren nih make up artistnya...

Dewi Nuryanti mengatakan...

Ini lg mo nonton The Curse, kakak. Sukak Prisia dan seneng liat setting tempatnya

Sonya Tampubolon mengatakan...

:: Nurul Dwi Larasati ::
yoi kak.. kayak valak versi tradisional gitu. gokil.

Sonya Tampubolon mengatakan...

:: Dewi Nuryanti ::
yeay! Prisia aktingnya meyakinkan as always lah kak :* thanks udh mampir yaaa

novitania mengatakan...

Saya paling ga suka film horor, tp kok begitu baca postingannya ini jd penasaran dan pengen nonton ya, hehhee siapa tau bisa jd self healing.. Thanks sharingnya mba😊

novitania mengatakan...

Saya paling ga suka film horor, tp kok begitu baca postingannya ini jd penasaran dan pengen nonton ya, hehhee siapa tau bisa jd self healing.. Thanks sharingnya mba😊

Tati Suherman mengatakan...

Saya paling nonton film horor apalagi foto...

Sonya Tampubolon mengatakan...

:: Novitania ::
ayok nonton mbak! nonton horor bikin hidup lebih hidup. hehehe

Sonya Tampubolon mengatakan...

:: Tati Suherman ::
paling apa mbak? paling anti? paling takut? atau paling suka? :D

Anisa Deasty Malela mengatakan...

Takuut, ga berani nonton sendiri

Gde Marada mengatakan...

Wahh ane hrus ikutin blog ini supaya bisa dpt review lainnya
Visit balik gan
http://bloggergaptek2.blogspot.co.id

Yuni Roseliani mengatakan...

Aiiiiiihhhhh baca riview nya udh jiper,bener2 bikin merem ini siy,sumpeh dweh ga berani,tatuuuuuuut..kecuali nonton bareng satu orang sekampung hahaha

Yuni Roseliani mengatakan...

Aiiiiiihhhhh baca riview nya udh jiper,bener2 bikin merem ini siy,sumpeh dweh ga berani,tatuuuuuuut..kecuali nonton bareng satu orang sekampung hahaha

Posting Komentar

Sudah baca artikel ini? Tinggalkan komentar ya... Thanks!