Jumat, 19 Januari 2018

Jerawat Parah dan Susah Sembuh? Waspada Hiperandrogen!


Jerawat. Satu kata yang bisa jadi momok mengerikan bagi sebagian orang--terlebih bagi perempuan. FYI, jerawat itu ada banyak jenisnya loh! Beda jenis jerawat, berbeda tampilan dan penyebabnya, berbeda pula cara pencegahan dan penyebabnya. Kali ini, saya mau bahas sedikit mengenai jerawat akibat Hiperandrogen.

Gejala klinis jerawat akibat hiperandrogen adalah sebagai berikut:

  • Biasanya banyak dan besar-besar, seperti jerawat batu
  • Berpotensi menimbulkan bekas luka (scar)
  • Cenderung lebih sulit diatasi, tidak cukup dengan obat jerawat topikal/oles
  • Tak hanya subur di wajah, jerawat hiperandrogen dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh dengan kadar minyak tinggi

Bagaimana cara mengatasinya? Baca terus artikel ini ya!


Kamis, 18 Januari 2018, saya berkesempatan hadir di sebuah acara seminar bertajuk "Discover New Confidence" yang diselenggarakan oleh Bayer--perusahaan global yang bergerak di bidang life science terkait kesehatan dan pertanian. Acara terbagi atas 2 sesi, yakni talkshow kesehatan yang dibawakan oleh Dr.Triwiji Nurdiastuti, M.Biomed; serta demo makeup dan tutorial daily makeup bersama MUA Firman (@ziandiovamakeup). 

Talkshow-nya sendiri mengangkat tema seputar Hiperandrogen, yang digadang-gadang sebagai penyebab jerawat membandel pada wanita. Hmm... sebenarnya apa sih Hiperandrogen itu?
Menurut penjelasan dari Dr.Triwiji, Hiperandrogen adalah kondisi di mana seorang perempuan memiliki kadar androgen atau hormon pria yang berlebih. Hal ini bisa dialami oleh siapa saja, dan level atau kadarnya berbeda-beda.

Adapun ciri-ciri wanita yang mengalami Hiperandrogen antara lain:
- Banyak tumbuh rambut/bulu di tempat yang tidak semestinya, seperti kumis, jambang, atau bulu kaki yang lebat
- Kulit cenderung berminyak dan berjerawat
- Umumnya agak susah hamil
- Biasanya bersifat dominan, agresif, strong, kurang peka
- Kerap mengalami gangguan kulit seboroik, alopecia (kebotakan), ataupun obesitas

Jika kita memiliki beberapa gejala di atas, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang tepat. Termasuk bila kita mengalami masalah jerawat yang parah dan tak kunjung sembuh. Kalau curiga jerawat yang kita alami adalah akibat hiperandrogen, kita bisa minta rekomendasi dokter untuk melakukan pemeriksaan kadar hormon. Soalnya, jerawat hiperandrogen tidak cukup diatasi hanya dengan obat-obatan topikal yang dioleskan dari luar.

Untuk mengatasi jerawat akibat hiperandrogen, Dr.Triwiji yang juga pemilik klinik kecantikan Promec kerap merekomendasikan kepada pasiennya obat oral (yang diminum) berupa antibiotik dan juga Diane-35. Nah, ini dia yang menarik, gaesss! Di Indonesia, Diane-35 ini dikenal sebagai pil KB alias obat kontrasepsi.
"Lah kok pil KB dipake buat ngobatin jerawat???"
Pertanyaan ini pernah terlontar di benak saya juga, waktu pertama kali baca-baca soal Diane-35 di beberapa komunitas beauty (Facebook group) yang saya ikuti. Karena penasaran--dan kebetulan ketemu expert di acara ini--sekalian saya tanya deh ke Dr.Triwiji soal Diane-35 tersebut.

Ternyata oh ternyata, meski di Indonesia si pil Diane-35 ini dikenal sebagai obat kontrasepsi yang juga bermanfaat bagi kulit khususnya mengobati jerawat, justru di Eropa sana berlaku sebaliknya: Diane-35 adalah suplemen kulit yang punya manfaat mengontrol kehamilan. Hihihiii..

Anyway, kesimpulannya adalah Diane-35 ini memiliki fungsi sebagai pengendali hormon; yang erat kaitannya dengan kehamilan, dan juga masalah-masalah kulit. Dr.Triwiji juga meyakinkan bahwa sejumlah penelitian sudah membuktikan keamanan dan efektivitas dari obat ini, sehingga tak perlu khawatir mengonsumsi Diane-35 meski kita tidak dalam program KB.

Saya sendiri pernah baca beberapa curhatan wanita yang mengungkapkan kalau pil Diane-35 ini punya efek samping bikin badan gemuk, tapi Dr.Triwiji menepis hal tersebut dan bilang kalau semua itu tergantung metabolisme tubuh penggunanya. Selain itu, Dr.Triwiji juga menyarankan supaya obat ini dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. "Sebaiknya konsultasi dulu sebelum konsumsi, karena dokter yang bisa merekomendasikan dosis yang tepat, jangka waktu konsumsi berapa lama, apakah nanti harus stop atau lanjut lagi, dan seterusnya," papar Dr.Triwiji.

Overall, acara saat itu memberikan berbagai informasi baru dan bermanfaat buat saya. Semoga yang saya share melalui tulisan ini juga bisa memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian yaaa ^__^ Thanks for reading dan silakan  tinggalkan komentar jika ada yang ingin ditanyakan, di-sharing, atau menambahkan informasi / saran / kritik apa pun mengenai tulisan ini.
See you later!

11 komentar:

Anggi Swastika Wijaya mengatakan...

Wah baru tau, ini kalau belum menikah masih gamasalah minum pil KB ?

Nurul Dwi Larasati mengatakan...

Hormon androgen terdapat pada wanita supaya ada nafsu birahi terhadap pria. Tapi kalau kebanyakan hormon ini juga nggak bagus ya. Makanya harus konsultasi yang tepat.

Sonya Tampubolon mengatakan...

:: Anggi Swastika Wijaya ::
Kalo menurut Dr.Triwiji waktu itu sih no problem belum nikah minum pil Diane-35 ini.. tapi memang sebaiknya konsultasi ke dokter dulu ya sblmnya

Sonya Tampubolon mengatakan...

:: Nurul Dwi Larasati ::
iya bener kak.. makanya wanita yg kelebihan androgen jg biasanya birahinya lbh besar dan sex appealnya lbh menonjol. nah tapi klo level kelebihan androgennya terlalu banyak, bisa timbul efek2 lainnya--termasuk jerawat susah sembuh ini, makanya perlu ditangani dgn terapi tertentu

Wenny Kumala Tendean mengatakan...

Baru tau tentang hiperandrogen ini. Makasi mba infonya :)

Mpo Ratne mengatakan...

Asik gak bikin gemuk tapi jerawat hilang. Kudu ke dokter dulu ya. Hem atur waktu

miss dapur mengatakan...

Alhamdullilah ada solusi nya. Kemajuan teknologi dan pengen cantik bukan sekedar impian

kakak sif mengatakan...

ihh seremnya jerawata ko bisa hiperandrogen ya?
wah berarti kakaku begini nih kelebihan kadar testosteronnya ya

Natara mengatakan...

Kayanya aku juga hyperandrogen nih mbak... Belakangan ini jadi makin sering jerawatan... Hiks...

Anisa Deasty Malela mengatakan...

Hyperandrogen, saya baru tau loh ada masalah medis jerawat akibat kelebihan anfrogen pada perempuan.

Novitania Pambhudi mengatakan...

Wah kak, jadi inget pengalamanku waktu seminar kesehatan. Ada salah satu dokter obgyn yng bilang hormon androgenku tinggi dilihat dr kumis tipis ku hihihi. Tapi alhamdulillahnya ga sampe muncul jerawat radang ya parah hehe

Posting Komentar

Sudah baca artikel ini? Tinggalkan komentar ya... Thanks!