Jumat, 18 September 2015

Penulis Harus KEPO!

Sepenggal kalimat ngeselin di atas adalah kalimat yang saya pakai untuk membuka sebuah sesi sharing "Creative Writing 101" beberapa waktu lalu. Ceritanya, saya dapet kesempatan LUAR BIASA menjadi salah seorang pembicara dalam Pelatihan e-Writing di gereja HKBP Kebayoran Baru, 6 September lalu.



Kenapa saya tekankan acara ini sebagai kesempatan luar biasa buat saya?
  1. Saya dipercaya menjadi pembicara atau narasumber, artinya saya dinilai punya cukup
    kompetensi untuk berbagi dgn peserta. Saya sangat merasa tersanjung karena nama saya yg direkomendasikan oleh seorang teman utk acara ini. *thanks again, Wil!
  2. I love sharing (my knowledge and my experience), and I love public speaking. Di acara ini, saya bisa melakukan keduanya. How awesome is that?  
  3. Alasan lainnya yang bikin saya langsung bersedia ketika diajak berpartisipasi di acara ini adalah karena ini merupakan program dari gereja HKBP Kebayoran Baru. Pelayanan atau ministry adalah suatu hal yang selalu saya rindukan, (and unfortunately) belakangan cukup jarang saya lakukan. So yes, this is an amazing opportunity
  4. Menjadi pembicara di acara ini, saya juga sekaligus jadi peserta dan dapet banyak ilmu baru; baik itu dari para pembicara yg tergabung dalam PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani), dari MC/moderator Icha Frisca Sihombing, juga dari diskusi dgn para peserta acara. 

Anyway, kembali ke judul postingan blog ini mengenai penulis harus kepo. Jangan langsung sebel ya, kepo yg saya maksud di sini bukan usil kok. Bukan kepo dlm arti want to know urusan orang lain, buat bergosip, dll. Bukan kepo-in mantan sama pacar barunya, lalu berujung baper dan galau. Yang saya maksud di sini, seorang penulis harus punya rasa ingin tau yang besar. Kenapa? Karena penulis harusnya lebih tau daripada pembaca; supaya tulisannya bisa memberi 'sesuatu' kepada pembaca--entah itu informasi, pengetahuan, data, fakta, ataupun opini yang kuat.  
Dengan menyatakan bahwa modal utama seorang penulis adalah kepo alias rasa ingin tau, sebenarnya saya juga ingin bilang bahwa SEMUA ORANG BISA JADI PENULIS. Karena pada dasarnya, semua orang punya rasa ingin tau, kok! Soal skill menulis yang lainnya, saya yakin bisa dilatih.

Selain soal penulis harus kepo, saya juga sempat sharing berbagai hal lain dalam sesi saya yang berlangsung sekitar 30-45 menit tersebut. Beberapa highlight di antaranya adalah: penulis juga perlu menjadi seorang pembaca. Read everything! Buku, majalah, novel, komik, koran, media online, kitab suci, ... no limits. Tapi saat memilih referensi untuk membuat sebuah tulisan, seorang penulis perlu selektif memilih sumber yang trustworthy. Jangan asal caplok dari sumber yang tak terpercaya, dan akhirnya bikin tulisan kita jadi hoax belaka. 

Mengenali siapa target pembaca dari tulisan kita, menyusun tema dan menentukan tujuan tulisan, membuat kerangka penulisan serta mengembangkannya menjadi sebuah artikel--adalah beberapa hal lain yang juga saya bicarakan pada acara di Minggu siang tersebut. Last but not least, saya pun meng-encourage semua orang untuk menulis setiap hari; dengan cara yang paling simpel, yakni menulis di akun media sosial masing-masing. 
*anyway, kalau penasaran dan mau tau lebih jelas tentang sharing saya, bisa tengok ke postingan blog miss Icha juga loh. Plus, di situ ada sepenggal cerita perkenalan kami dan deskripsi miss Icha tentang saya, yakni antara lain berwajah keibuan, smart, cerewet, fashionable dan "seksi" ~ aheeyy ~ 

Menutup postingan saya kali ini, saya ingin mengutip pernyataan dari Bapak Prambudi dan Bung Daniel Tanamal (keduanya dari PEWARNA), bahwa keduabelas murid Yesus adalah penulis dan semua aktivitas jurnalistik terdapat dalam Alkitab. As a Christian and as a writer, pernyataan ini sungguh membanggakan dan memotivasi saya pribadi untuk tetap menulis 


And for everyone reading this:
NULIS, YUK!
    


2 komentar:

Riski Fitriasari mengatakan...

Berarti saya harus mengasah kekepoan saya nih.. :)

Sonya Tampubolon mengatakan...

@Riski Fitriasari: Iya banget mbak! ;)

Posting Komentar

Sudah baca artikel ini? Tinggalkan komentar ya... Thanks!