Minggu, 14 Februari 2016

[REVIEW] Guardian Shower Gel - Relaxing Chamomile

Perkara pilih sabun mandi buat saya itu gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang jadi pertimbangan;
  • Sesuai fungsi utama sabun yakni untuk membersihkan tubuh, saya pastinya pilih sabun yang cukup efektif mengangkat kotoran dan debu dari tubuh, serta menghilangkan aroma tak sedap. 
  • Karena kulit saya cenderung kering bahkan bisa sekering gurun sahara saat musim kemarau tiba, maka saya butuh sabun mandi yang sifatnya melembapkan. 
  • Selain kering, kulit saya juga cenderung sensitif (atopik); jadi kalau ada ingredients pada sabun--ataupun produk skincare--yang nggak cocok, bakal memicu alergi.
  •  A shower is a daily 'instant vacation' for most moms, including me. Jadi saya pingin benar-benar menikmati momen mandi yang relaxing sekaligus refreshing

Baru-baru ini, saya 'kenalan' sama sabun mandi baru. Bentuknya shower gel, dan mereknya... Guardian.
IYA, Guardian yang itu... health and beauty store yang sering bikin kalap belanja kosmetik tersohor yang sering kita temuin di mal-mal. Baru tau klo Guardian memproduksi shower gel? Tenaaaang, bukan berarti kamu kudet kok ceu ;) emang ini produk baru. And I feel sooooo damn lucky to be the first ones to try it. *psstt.. kalau kamu baca terus postingan ini sampai bawah, kamu juga bisa dapet Guardian Shower Gel gratisan loh!

Selasa, 09 Februari 2016

SARINAH dan Pesona-nya (2)

Sarinah Department Store sesungguhnya sangat mempesona. Tapi mungkin saat ini nggak semua orang bisa melihat pesona tersebut. Maklum saja, gedung tua--dibanding deretan gedung pencakar langit dan mal saat ini--Sarinah seolah nggak ada apa-apanya. Well the truth is, Sarinah masih punya banyak pesona. Dan hal itulah yang ingin saya ungkapkan melalui postingan {yang kedua} ini.


Pesona Budaya
Sarinah: Indonesian Emporium,
etalase kekayaan kultur nusantara.
Selain pesona historis yang saya bahas di postingan sebelumnya soal Sarinah, pusat perbelanjaan pertama di Indonesia ini juga menyimpan pesona budaya yang luar biasa. Di gedung yang terdiri dari 14 lantai ini, sebanyak 6 lantai merupakan store--dan di setiap lantai tersebut dijual berbagai macam produk asli Indonesia.

Rabu, 03 Februari 2016

A Copy of My Mind: Depresi yang Seksi

"A Copy of My Mind" is my-most anticipated Indonesian movie in 2016; alias film lokal yang paling saya tunggu penayangannya di tahun ini. Mau tau alasannya?

  1. Faktor Joko Anwar. Selama ini saya belom pernah kecewa nonton film-filmnya bang Joko *klo kecewa baca twitnya yang sering kelewat nyinyir sih udah beberapa kali. Secara tema selalu nggak biasa, ada twist yang gila atau gak ketebak, dan ciamik pilih pemain yang alami.
  2. Meraih 7 nominasi di FFI 2015, padahal belum juga masuk bioskop. Jujur, ini sempet bikin saya bingung--lah filmnya blom tayang kok udh bisa menang penghargaan? Bikin penasaran.
  3. Berprestasi di festival luar negeri. Jujur lagi, saya sebenernya bukan penggemar film 'rasa' festival; krn biasanya berat, lebih bikin mikir daripada terhibur. But then again, mengingat ini filmnya bang Joko, saya punya keyakinan kalau film ini akan tetap gampang dicerna.
  4. Poster dan trailer-nya yang seksi. Surprised banget film yang sensual bisa dapet penghargaan dalam negeri. Biasanya--jangankan menang penghargaan--filmnya nggak diboikot aje udah bagus. 

Pucuk dicinta ulam tiba. Hari ini, Rabu 3 Februari 2016, saya dapet kesempatan nonton film A Copy of My Mind (ACOMM) dalam Press Screening dan Press Conference-nya di Plaza Indonesia XXI, Jakarta. Kira-kira bagaimana verdict saya terhadap film ini setelah menontonnya? Apakah sesuai ekspektasi? Silakan baca lebih jauh lagi di sini... No worries, review saya ini TIDAK MENGANDUNG SPOILER kok ;)

Jumat, 29 Januari 2016

SARINAH dan Pesona-nya (1)

SARINAH.
Sebuah nama 'kampung' (maksudnya sederhana, bukan kampungan loh yaaa) yang 'naik pangkat' jadi salah satu nama paling terkenal di Jakarta. Siapa sih yang tak tau Sarinah Department Store? Malahan, saking lekatnya nama Sarinah di kepala kita, mau menyebutkan area persimpangan Jl. MH Thamrin dan Jl. KH. Wahid Hasyim saja biasanya dengan gampang kita bilang "daerah Sarinah". Ya kan?

Sarinah sesungguhnya memang sangat mempesona. Tapi mungkin saat ini nggak semua orang bisa melihat pesona tersebut. Maklum saja, gedung tua--dibanding deretan gedung pencakar langit dan mal saat ini--Sarinah seolah nggak ada apa-apanya. Well the truth is, Sarinah masih punya banyak pesona. Dan hal itulah yang ingin saya ungkapkan melalui postingan ini.

Pesona Sejarah
Nilai historis Sarinah adalah salah satu pesonanya yang paling utama. Bagaimana tidak, Sarinah merupakan pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, sekaligus gedung pencakar langit pertama di Jakarta! Sarinah = gedung bersejarah.

Kamis, 28 Januari 2016

Ramah Tamah Sarinah

Sedikit tergesa-gesa saya melangkah memasuki Sarinah. Saya tiba beberapa menit saja lewat dari pukul 12 siang--waktu yang ditetapkan oleh KOPI (Koalisi Pesona Indonesia) untuk sebuah acara ramah tamah bersama direksi PT. Sarinah Persero.

Tak lama berselang, acara pun dimulai. Dibuka oleh Kak Arul mewakili KOPI, dengan gayanya yang santai dan penuh kelakar, mencairkan suasana. Setelah itu, giliran Ibu Ira Puspadewi yang merupakan Direktur Utama Sarinah angkat bicara. Beliau menyambut baik kedatangan dan perhatian kami, serta memaparkan berbagai hal seputar Sarinah.

"Sarinah mengusung produk-produk lokal dan terutama mendukung UKM," terang Ibu Ira. Tak heran bila tempat ini menjadi andalan ketika wisatawan asing datang berkunjung dan hendak mencari oleh-oleh khas Indonesia. Obama, Nelson Mandela, Ratu Beatrix, dan para pemimpin dunia lainnya pun pernah berkunjung ke Sarinah. "Segala jenis produk tradisional, dari batik, wayang, sampai anyaman--ada di sini. Tidak hanya produk tradisional yang klasik, produk kontemporer serta berbagai kuliner khas berbagai daerah pun bisa ditemukan di Sarinah," tambahnya. Masih menurut Ibu Ira, ke depannya visi Sarinah adalah menjadi 'the global face of Indonesia'.