Sabtu, 18 Oktober 2014

A to Z Life Advice

Well hello there! It's been a while since I wrote a blog post in English.
Last year, I run a project called "Written In English Project" on this blog, where every month I wrote at least one post in English. You can read about the project here, and some of my post are:
- How My Father Met My Mother
- Fashion Week Spring/Summer'14

Unfortunately, I decided to stop doing the project. Due to lack of time consistency and ideas, I haven't post any English articles this year.
Until today.
I challenge myself to write another post in English, and not like any article I've made before, this is my version of an A to Z Alphabetical (Life) Advice. Read through one by one, and I assure you will get 'something' in every sentence.

Senin, 13 Oktober 2014

Alokasi Tepat Pendapatan Keluarga

Sering merasa gaji cuma 'numpang lewat' di rekening? Tak perlu galau, resah, dan  gelisah. Sebenarnya hal itu justru positif kok! ASALKAN, gaji atau pendapatan tersebut disalurkan pada pos-pos yang tepat. Terlebih lagi bagi kita yang telah berkeluarga, sangatlah penting mengalokasikan dana secara tepat sesuai prioritas.

source: www.brighterlife.co.id



Senin, 06 Oktober 2014

3 Fakta Finansial Perempuan Perlu Tahu

Sebagai seorang perempuan, miris rasanya kala menyadari persepsi banyak orang bahwa perempuan itu payah dan tak becus mengelola keuangan. Meski saya sendiri juga bukan expert dalam hal keuangan, namun saya berusaha untuk terus belajar dan lebih melek finansial--terlebih lagi setelah saya berkeluarga. Seperti umumnya perempuan yang telah berumahtangga, saya pun memegang peranan sebagai "manajer keuangan keluarga". Tentunya saya nggak mau dong kondisi finansial keluarga jadi berantakan gara-gara kurang kompetennya saya mengelola uang.

Sedikit berbagi pada perempuan lainnya di luar sana, saya tuangkan 3 fakta finansial yang perlu diketahui (dan nyatanya masih banyak belum disadari atau dipahami oleh perempuan). Read through!


Sabtu, 30 Agustus 2014

Hidup Air!

Seiring pertambahan usia, saya makin sadar diri akan pentingnya menjaga kesehatan. Soalnya udah terasa banget kalau badan nggak se-'tahan banting' dulu. Dikit-dikit pegal, sebentar-sebentar kram, kurang tidur langsung migrain, telat makan sedikit saja jadi mual. Duh, umur 30-an kok rasanya udah jompo yaaaa...

Beberapa hari lalu saya memasuki usia baru. Momen itu saya gunakan untuk me-review kehidupan dan membuat sejumlah komitmen bagi diri sendiri—termasuk dalam hal kesehatan pribadi. "Apa saja yang bisa saya lakukan untuk pola hidup yang lebih sehat?" ujar saya dalam hati. Menjalani pola makan khusus seperti raw food, clean eating, ataupun green lifestyle sepertinya belum memungkinkan. Mengingat saya termasuk orang yang doyan makan penikmat kuliner, sulit mendisiplinkan diri menjalani diet semacam itu. Pada akhirnya, saya berkesimpulan beberapa poin ini yang bisa saya lakukan untuk hidup yang lebih sehat:

  1. Rutin berolahraga. Yang biasanya yang saya lakukan meliputi stretching, cardio workout, dan dance. Mungkin nantinya saya akan menjajal jenis olahraga lainnya. Tapi poin terpenting di sini adalah RUTIN.
  2. Lebih selektif memilih makanan dan mengontrol porsi makan. Daripada diet ini-itu, paling tidak kedua hal ini yang masih realistis untuk saya.
  3. Banyak minum air. Eits, jangan kira ini cuma wacana basa-basi, saya beneran serius berkomitmen untuk minum air MINIMAL 2 liter (dan menargetkan 3 liter) setiap hari! Alasannya akan saya jabarkan lebih lanjut setelah ini.

Selasa, 12 Agustus 2014

Good Bye, DailySylvia!


Patah hati. Itu yang saya rasakan saat menghadapi kenyataan bahwa DailySylvia.com akhirnya harus menghentikan operasional. Kalau diibaratkan dengan pacaran, saya jadian sama DS sejak Juni 2012; dan dalam 2 tahun perjalanan itu tentunya banyak ups and downs. Sama seperti pasangan yang baru putus pacaran, saya pun kemudian mendapat banyak pertanyaan "kenapa?" dari orang-orang di sekitar. Dan sama kayak kalau baru putus cinta, saya memilih untuk kasih jawaban diplomatis dan ekspresi cool. Haha. Yah, putus pacaran kan juga (biasanya) bukan karena 1 alasan saja, melainkan komplikasi berbagai faktor--ya kira2 begitu jg alasan DS harus tutup. 'We need to move on with our lives' yang tertera pada surat di atas sebenarnya sudah cukup menjelaskan kok :)